Bangga Jadi Anak Desa

Lambitu-  Dipagi hari awan di Desaku  mulai menampakkan menyelimuti Desa londu dimana Desa aku dilahirkan . Awan pagi hari dikala musim hujan tiba selalu mampu membuat siapa saja yang tak biasa merasa kedinginan, meskipun kedinginan akan tetap melakukan aktivitas mayoritas sebagai seorang petani.

Kebanyakan warga Kampung halamanku yang berada di lereng perbukitan po,o manoa ini bekerja sebagai petani. Memulai hari sebelum fajar dan sebelum mentari bersinar, Adalah bapak ibuku salah satunya. Menyiapkan diri dikala musim tanam dan musim panen tiba, dan saya dikala itu masih tinggal di kampung halaman semasa masih berada di bangku Sekolah dasar membantu untuk mencari pakan kerbau (Mencari) Rumput sebelum waktu  sekolah mulai masuk.

Sebagai anak petani saya bangga dan terharu,dimana jadi seorang anak petani banyak yang harus saya ambil dari semua pengalaman itu, pekerjaan sebagai petani
Salah satu profesi yang sangat berjasa bagi kehidupan adalah petani. Mereka telah bersusah payah menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Terlahir menjadi anak seorang petani sangatlah menyenangkan. Meskipun kadang hidup dalam kesederhanaan, namun keberkahan menjadi keutamaan. Tak perlu minder, menjadi anak petani merupakan sebuah kebanggaan. Aku bukan anak kota yang pandai bergaya. Aku hanyalah anak desa yang bercita-cita membahagiakan orang tua, Aku memang anak petani, namun aku bersyukur dengan rezeki ini.

Tak perlu malu jadi anak petani hidup di desa. Sebab petani sangat berjasa dan pekerjaannya halal, Jangan pernah malu pada orang tuamu, meskipun mereka hanya seorang petani. Selama mereka berjuang untuk yang halal, maka kamu patut berbangga pada mereka, Tetaplah jadi orang yang pandai bersyukur pada apa yang kamu dan orang tuamu miliki. Sebab, dengan bersyukur rezeki itu akan selalu bertambah.

Tinggalkan Komentar